Ajari Aku Mengenal Duniamu Kami berdiri seperti orang bodoh disitu. Hujan yang tak mampu diprediksi datang semaunya sendiri. Derasnya tak tanggung-tanggung. Pemandangan di depan mataku hanya genangan air, sampah-sampah daun mengalir diatas permukaannya. Bau tanah basah sudah menyentuh hidung sejak tadi, betapa aku jatuh cinta pada aroma yang mengesankan ini. Udara dingin telah menusuk tulang. Hingga aku muak dan kesal sendiri. Langkahku terkunci dengan seseorang yang berada disampingku. Aku mengenalnya, teman sekelas, namun aku belum benar-benar mengetahui tentangnya. Bagiku, dia belum menjadi seseorang yang special, maka aku tak perlu mengingat detail kehidupannya. Dalam suasana menyebalkan seperti ini, apa yang harus kulakukan? Kami berdua di depan teras kelas dan tak saling membuka suara. Hanya lirih, aku bosan. ...
Comments
Post a Comment