cerita Gadis Bermata Cokelat
Gadis Bermata Cokelat Jam menunjuk angka jam 7 malam, sudah semestinya jalanan mulai dipenuhi kerumunan orang, ia menyelinap kesana kemari mencari bau sedap yang ditangkapnya kali ini, kerumunan orang tak jadi penghalang baginya. Asap abu abu yang dicarinya mulai mendekat hingga terlihat pedagang kaki lima yang menjuat usbar “ini baru hidup, selamat malam aku minta satu posi usus bakar dengan sambal yag paling hot” “ya siap “jawab si penjual Tak lama kemudian pesanan yang ia pesan mulai tersaaji lengkap di meja makan dengan satu botol bir disampingnya. Rasa lapar yang telah menggerogoti perut tak dapat ditahan lagi, ia melahap semua hanya dalam satu kali membuka mulut “ah kenyang, apa kau merasa kenyang juga? Terimakasih atas hidangannya” “ada apa ini?” “ada apa memangnya?” “tak ada rasanya, terasa hambar sekali. Nyonya apakah kau sudah memasaknya dengan benar? Makanan ini terasa hambar” teriak laki laki berbadan gembul itu “apanya yang tak enak, makan ini sanga...